Edukasi
Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda
KANTOR PUSAT, 17 Maret 2026
Banyak orang percaya bahwa berbuka puasa sebaiknya dengan “yang manis-manis”. Namun, fakta ini tidak berasal dari ajaran Rasulullah SAW. Narasi tersebut justru muncul dari iklan produk teh dan budaya populer yang melekat di masyarakat.
Tubuh memang membutuhkan energi setelah seharian berpuasa, tetapi terlalu banyak gula atau pemanis buatan saat perut kosong justru bisa menyebabkan lemas atau “sugar crash”. Oleh karena itu, memilih takjil manis secara berlebihan tidak selalu sehat.
Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan kurma dan air putih:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Kurma dianjurkan karena mengandung fruktosa alami yang cepat diserap tubuh tanpa membuat kadar gula darah melonjak drastis, berbeda dengan gula pada takjil modern. Jika kurma tidak tersedia, berbukalah dengan apa yang ada, walaupun hanya seteguk air.
Kesimpulannya, berbuka dengan yang manis boleh saja, tapi jangan berlebihan hingga menimbulkan masalah kesehatan. Prioritaskan makanan yang bergizi, berkah, dan sesuai sunnah Rasulullah SAW agar puasa tetap sehat dan bermanfaat.
KANTOR PUSAT, 21 May 2026
Takbir menggema sejak dini hari, membelah sunyi da...
KANTOR PUSAT, 20 May 2026
Aroma daging kurban yang baru dibagikan sering kal...
KANTOR PUSAT, 08 May 2026
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting...
KANTOR PUSAT, 08 May 2026
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting...