Infak mudah melalui infak.in

Edukasi

Temukan berbagai konten edukatif untuk menambah wawasan Anda

Sejarah Berkurban dalam Islam: Dari Nabi Adam hingga Syariat untuk Iduladha

KANTOR PUSAT, 08 Mei 2026

Sejarah Berkurban dalam Islam: Dari Nabi Adam hingga Syariat untuk Iduladha

Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Iduladha. Tradisi ini tidak hanya bermakna penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi simbol ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Sejarah kurban bahkan telah ada jauh sebelum masa Nabi Muhammad ﷺ dan memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan manusia.


Praktik kurban pertama kali dikenal sejak kisah Habil dan Qabil, putra Nabi Adam AS. Habil mempersembahkan hewan ternak terbaiknya, sedangkan Qabil memberikan hasil pertanian yang kurang baik sehingga kurbannya tidak diterima Allah SWT. Kisah tersebut menunjukkan bahwa nilai utama kurban terletak pada keikhlasan dan ketakwaan seseorang kepada Allah.


Sejarah kurban juga berkembang pada masa peradaban kuno sebelum Nabi Ibrahim AS. Bangsa Yunani kuno, Mesir kuno, dan masyarakat Kanaan menjadikan manusia sebagai persembahan kepada dewa-dewa mereka. Praktik tersebut kemudian diubah oleh Nabi Ibrahim AS melalui ajaran tauhid yang menempatkan manusia sebagai makhluk mulia yang tidak boleh dijadikan korban persembahan.


Pertanyaan mengenai mengapa umat Islam melaksanakan kurban setiap Iduladha sering muncul di tengah masyarakat. Sebagian orang memahami kurban hanya sebagai tradisi tahunan penyembelihan hewan. Sebagian lainnya melihat kurban sebagai bentuk pengingat atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.


Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat ditemukan dalam sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT menguji ketakwaan Nabi Ibrahim dengan perintah menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Ketaatan keduanya kemudian diganti Allah dengan seekor hewan sembelihan sebagai bentuk rahmat dan petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur'an


Syariat kurban dalam Islam mulai ditetapkan pada tahun kedua Hijriah di masa Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ melanjutkan ajaran Nabi Ibrahim dengan menjadikan kurban sebagai ibadah yang memiliki nilai spiritual dan sosial. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat sehingga ibadah ini menjadi sarana memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama.


Kesimpulannya, sejarah kurban menunjukkan perjalanan panjang tentang ketakwaan dan kemanusiaan dalam ajaran Islam. Kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol kepatuhan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama manusia. Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terus hidup melalui pelaksanaan ibadah kurban setiap Hari Raya Iduladha.


Seiring mendekatnya Hari Raya Iduladha, kamu dapat menunaikan kurban bersama LMI melalui platform infak.in dan www.qurbanholic.lmizakat.id. Kurbanmu akan disalurkan hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Edukasi Per Wilayah

Jenis Edukasi