Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KABUPATEN LUMAJANG, 16 Desember 2025
Lumajang – Dampak bencana lahar dingin Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat (5/12) lalu masih menyisakan kesulitan bagi warga di Kabupaten Lumajang. Sebagai bentuk respon cepat terhadap kebutuhan mendesak para pengungsi, LMI menyalurkan 300 paket sembako untuk warga terdampak di Desa Jugosari dan Desa Supit Urang pada Selasa (16/12).
Bencana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi ini menyebabkan material vulkanik meluap dari Sungai Regoyo dan Besuk Kobokan. Aliran lahar tersebut menjebol tanggul dan menimbun pemukiman warga di Dusun Sumber Langsep. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 9 rumah mengalami kerusakan fisik dan total 138 KK atau sekitar 512 jiwa terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak lagi aman untuk dihuni.
Penyaluran bantuan kali ini menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Akibat terjangan lahar, akses jalan utama menuju Desa Jugosari terputus total. Kendaraan roda empat tidak bisa menjangkau daerah pengungsian, sehingga tim relawan harus memutar otak agar bantuan tetap sampai ke tangan yang berhak.
Susanto, selaku Disaster Responses Officer LMI, menjelaskan bahwa kondisi medan berubah drastis dalam waktu singkat. “Beberapa minggu yang lalu kami baru saja menyalurkan bantuan ke lokasi yang sama, saat itu akses masih bisa dilalui mobil. Namun, saat ini, kendaraan hanya bisa berhenti di lokasi yang jauh. Distribusi bantuan terpaksa dilanjutkan seadanya menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki melewati aliran sungai yang arusnya masih sangat deras." Jelasnya.
Selain mendistribusikan sembako di tenda darurat dan balai desa, LMI juga memprioritaskan bantuan bagi balita dan lansia yang berada di Hunian Tetap (Huntap). Kelompok rentan ini membutuhkan perhatian khusus terkait asupan nutrisi dan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
Dalam kacamata Islam, membantu sesama yang sedang tertimpa musibah adalah perwujudan dari ukhuwah (persaudaraan) yang sejati. Upaya ini bukan sekadar bantuan logistik, tapi juga bentuk pelaksanaan amanah dari para donatur untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal hingga mata pencaharian.
Pemerintah daerah menawarkan opsi relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sambil menunggu proses transisi tersebut, kebutuhan akan bahan pokok menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.
LMI berkomitmen untuk terus mendampingi para penyintas hingga kondisi pulih kembali. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan memastikan bahwa tidak ada saudara kita di Semeru yang kekurangan pangan di masa sulit ini. Amanah donasi yang dititipkan akan dikelola secara transparan dan disalurkan langsung ke wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau.
KANTOR PUSAT, 09 January 2026
Di penghujung 2025 dan awal 2026, publik Indonesia...
KABUPATEN BLITAR, 22 December 2025
BLITAR — Salah satu cara paling efektif dalam usah...
KABUPATEN MALANG, 26 December 2025
Malang (26/12) – LMI melaksanakan kegiatan Program...
KABUPATEN MALANG, 19 December 2025
MALANG – Tangan di atas lebih baik daripada tangan...