Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KABUPATEN BOJONEGORO, 20 Desember 2025
Bojonegoro (20/12) — Di tangan seorang pemuda yang memiliki tekad kuat, sebuah impian tidak hanya tumbuh di dalam angan, tetapi juga bisa berbuah menjadi nyata. Itulah yang kini tengah dirasakan oleh Fritzy Arif Subadriya, pemuda berusia 19 tahun asal Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Melalui kolaborasi strategis antara Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan BUMDes Berkaho, Fritzy memulai langkah nyata melalui budidaya jamur tiram.
Budidaya jamur tiram memang dikenal sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Permintaan terhdap pangan sehat dan organik terus meningkat, sebanding dengan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.
Meskipun begitu, memulai usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Fritzy, yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu kampus lokal, sempat terkendala oleh keterbatasan modal. Di satu sisi, ia ingin mandiri, tapi di sisi lain, ia tak ingin semakin membebani orang tuanya yang sudah berjuang membiayai kuliahnya.
Melihat potensi dan semangat juang Fritzy, LMI hadir sebagai jembatan kebaikan. Melalui program pemberdayaan ekonomi, LMI mewujudkan impian Fritzy dengan menyediakan 500 baglog jamur tiram sebagai modal awal. Ini merupakan esensi dari berani mengambil peran untuk memberdayakan potensi agar lebih berdaya secara ekonomi.
Sabtu, 20 Desember 2025, suasana di Omah Jamur milik BUMDes Berkaho Pungpungan cukup berbeda. Sebanyak 500 baglog jamur tiba dan siap untuk dibudidayakan. Sinergi ini menjadi potret nyata bagaimana kolaborasi antara lembaga filantropi Islam dan badan usaha milik desa dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di tingkat akar rumput.
Pemasaran hasil panen Fritzy pun terbilang cerah. Peluang di pasar desa serta toko buah dan sayuran sekitar masih terbuka luas, siap menyerap hasil budidaya yang segar dan organik tersebut. Bagi Fritzy, usaha ini bukan sekadar urusan mencari untung. Ada nilai bakti kepada orang tua yang ia sematkan dalam setiap pertumbuhan jamurnya.
“Alhamdulillah LMI membantu saya, kedepan aebagian untung dari budidaya jamur ini akan saya buat bayar kuliah, supaya meringankan orang tua.” Ujar Fritzy.
Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan semangat kolaborasi dan niat yang tulus, keterbatasan modal bukanlah penghalang. Sebagaimana jamur yang tumbuh subur di tempat yang lembap dan tenang, kebaikan pun akan terus tumbuh subur jika kita berani menyemainya dengan aksi nyata.
KANTOR PUSAT, 09 January 2026
Di penghujung 2025 dan awal 2026, publik Indonesia...
KABUPATEN BLITAR, 22 December 2025
BLITAR — Salah satu cara paling efektif dalam usah...
KABUPATEN MALANG, 26 December 2025
Malang (26/12) – LMI melaksanakan kegiatan Program...
KABUPATEN MALANG, 19 December 2025
MALANG – Tangan di atas lebih baik daripada tangan...