Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Gelar Kegiatan Ganala di TK Al Ihsan Ngunut, Ikhtiar LMI Tulungagung Siapkan Generasi Siaga Bencana Sejak Dini

KABUPATEN TRENGGALEK, 26 Desember 2025

Gelar Kegiatan Ganala di TK Al Ihsan Ngunut, Ikhtiar LMI Tulungagung Siapkan Generasi Siaga Bencana Sejak Dini

Trenggalek (26/12) — Di tengah meningkatnya intensitas hujan yang mengguyur berbagai wilayah di Indonesia, kesiapsiagaan terhadap ketetapan Allah berupa fenomena alam menjadi hal yang mutlak diperlukan. Sebagai bentuk ikhtiar lahiriah dan edukasi nilai-nilai Islam dalam menjaga alam, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Tulungagung bersinergi dengan Relawan Nasional Penanggulangan Bencana (RNPB) menggelar kegiatan "Ganala" (Siaga Bencana Alam).


Agenda inspiratif ini dilaksanakan di PAUD dan TK Al Ihsan, Ngunut, Tulungagung. Mengusung filosofi "Menanam Akar, Memupuk Tangguh, Menitip Keselamatan di Tangan-Tangan Kecil", kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mitigasi bencana kepada anak-anak sejak usia belia, sebagai bekal mereka menjadi khalifah fil ardh yang tangguh dan peduli.


Para siswa PAUD dan TK Al Ihsan diajak untuk mengenal tanda-tanda alam dan langkah-langkah penyelamatan sederhana, khususnya dalam menghadapi ancaman banjir. Dalam pandangan Islam, waspada terhadap bencana adalah bagian dari perintah untuk tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Melalui simulasi yang menyenangkan namun sarat makna, anak-anak belajar bagaimana bersikap tenang dan mengikuti instruksi penyelamatan saat keadaan darurat terjadi.


Kebutuhan akan edukasi ini terasa kian mendesak mengingat saudara-saudara kita di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh baru saja diuji dengan musibah banjir dan tanah longsor yang dahsyat. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam yang telah diciptakan Allah SWT.


Tidak hanya membekali diri dengan ilmu (kecerdasan intelektual), kegiatan Ganala ini juga mengasah kecerdasan spiritual dan empati para siswa. Di sela-sela acara, dilakukan penggalangan dana peduli bencana. Dengan tangan-tangan kecilnya, para siswa menyisihkan uang saku mereka untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh.


Aksi ini menjadi implementasi nyata dari hadits Rasulullah SAW bahwa sedekah dapat menolak bala dan mendinginkan murka Allah. Melalui infaq dan sedekah ini, diharapkan tumbuh karakter dermawan pada diri anak-anak sejak dini, sehingga mereka memahami bahwa setiap Muslim adalah bersaudara.


Puncak acara ditutup dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon bersama di area sekolah. Aktivitas ini bukan sekadar menaruh bibit di dalam tanah, melainkan sebuah edukasi tauhid tentang peran pohon sebagai "pasak" bumi yang berfungsi mencegah longsor dan menyerap air hujan.


Kegiatan ini sekaligus menjadi teguran halus atas fenomena penebangan pohon liar yang diduga menjadi pemicu utama bencana di beberapa titik di Indonesia. Anak-anak diajarkan bahwa merusak hutan adalah bagian dari kerusakan di muka bumi (fasad fil ardh) yang sangat dilarang dalam agama.


Semoga melalui kegiatan Ganala ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi dan hati yang terpaut pada ketaatan kepada Sang Pencipta. Dengan menanam pohon hari ini, kita sedang menitipkan keselamatan bumi di tangan generasi masa depan yang mencintai alam dan Tuhannya.

Berita Perwilayah

Jenis berita