Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Dukung Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana ITS, LMI Kerahkan Tim Medis dan Ambulans

KOTA SURABAYA, 29 Oktober 2026

Dukung Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana ITS, LMI Kerahkan Tim Medis dan Ambulans


Surabaya, 29 Oktober 2026 — Menanggapi berbagai masalah lingkungan yang terjadi, ITS melalui Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) melakukan kolaborasi dengan LMI dalam penyelenggaraan program Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana.


Dilaksanakan pada Kamis (29/10), LMI melalui program GANALA menerjunkan tim medis dan ambulan untuk pelaksanaan program.


Susanto, Humanitarian Program LAZNAS LMI, menyampaikan bahwa LMI melalui program GANALA siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan edukasi, mitigasi, dan kesiapsiagaan bencana. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan dalam kegiatan tersebut adalah menyiagakan tim medis dan ambulans untuk menunjang aspek keselamatan peserta.


“LMI melalui program GANALA siap berkolaborasi dengan pihak mana pun dalam upaya pengurangan risiko bencana dan edukasi kemanusiaan. Hari ini, kami menyiapkan tim medis dan ambulan untuk mendukung kegiatan ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah serta masyarakat,” ujar Susanto.


Menurutnya, edukasi kebencanaan bagi pelajar merupakan langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi situasi darurat. Pengetahuan mengenai cara mengenali bahaya, melindungi diri, melakukan evakuasi, dan memahami pertolongan pertama perlu diperkenalkan sejak usia sekolah.


Dukungan tim medis dan ambulan juga menjadi bagian dari upaya menunjang keamanan selama kegiatan berlangsung, terutama ketika peserta mengikuti simulasi dan praktik keterampilan kebencanaan.


Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan LMI terhadap penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Kegiatan yang menyasar 1.000 siswa jenjang SD hingga SMA di wilayah Gerbangkertosusilo tersebut berlangsung di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya.


Program ini dirancang untuk membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi potensi bencana sejak dini.



Bekali Pelajar dengan Keterampilan Kesiapsiagaan


Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana diresmikan untuk memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Program ini melibatkan pelajar dari wilayah Gerbangkertosusilo, yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.


Mewakili Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Adhy Karyono, AKs., MAP, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi sebagai langkah untuk mengurangi risiko bencana. Menurutnya, kemampuan mengenali potensi bahaya dan melakukan penyelamatan diri menjadi bekal penting sebelum bantuan datang.


Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., PhD., berharap para peserta dapat menjadi duta kebencanaan di sekolah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia mengingatkan tiga kunci utama kesiapsiagaan, yakni mengenali, menyiapkan, dan melakukan tindakan yang tepat.


Ketua Pusat Studi MKPI ITS, Hepi Hapsari Handayani, S.T., M.Sc., PhD., menjelaskan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Timur, memiliki beragam potensi bencana. Karena itu, pelajar perlu dibekali kemampuan dasar untuk mengambil langkah tepat pada saat-saat awal kejadian, sebelum tim penyelamat tiba di lokasi.


Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dikemas melalui edukasi interaktif, simulasi Virtual Reality (VR), serta pengenalan materi kebencanaan melalui Education Booth.


Pelatihan praktik juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD mengikuti simulasi pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran, sedangkan siswa SMP dan SMA memperoleh materi keselamatan diri, pertolongan pertama, dan prosedur evakuasi bersama Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS serta BPBD Jawa Timur.


Susanto berharap melalui dukungan tersebut, LMI berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan komunitas relawan dapat terus diperkuat. Kolaborasi berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga memiliki kepedulian dan keterampilan untuk melindungi diri serta membantu orang lain secara tepat.


"Gerakan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan," pungkasnya.



Berita Perwilayah

Jenis berita