Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Dari Sudut Kota Yogyakarta, Tersimpan Cerita Perjuangan yang Luar Biasa

KOTA YOGYAKARTA, 12 Oktober 2026

Dari Sudut Kota Yogyakarta, Tersimpan Cerita Perjuangan yang Luar Biasa



Yogyakarta, 12 Oktober 2026 --- Di balik kemegahan pariwisata dan hiruk-pikuk pusat Kota Yogyakarta, rupanya masih terdapat ruang-ruang sunyi tempat kaum marjinal berjuang keras untuk bertahan hidup. 


Merespons realitas tersebut, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Yogyakarta turun langsung menyusuri gang-gang sempit di kawasan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta, untuk menyalurkan bantuan paket sembako bagi para penyandang disabilitas dhuafa pada Senin (12/10/2026).


Penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah mereka yang kerap luput dari perhatian kaum urban, meski tinggal tak jauh dari jantung kota. Sebagian besar dari mereka adalah penyandang disabilitas dengan berbagai keterbatasan, mulai dari tunanetra, disabilitas fisik yang tidak mampu berjalan, hingga penyandang disabilitas mental. 


Bagi orang miskin kota seperti mereka, bertahan hidup di tengah kerasnya roda ekonomi dan tingginya biaya hidup bukanlah sekadar pilihan, melainkan beban berat yang harus dipikul setiap hari dengan segala keterbatasan akses.


Kondisi di lapangan menunjukkan realitas yang lebih memprihatinkan. Di kawasan permukiman padat Notoprajan tersebut, hidup pula puluhan lansia dhuafa dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Sebagian dari pahlawan kehidupan yang telah renta ini terpaksa menghabiskan masa tuanya di dalam kamar-kamar kos sempit seukuran satu petak yang pengap.


Tanpa jaminan hari tua maupun penghasilan tetap, banyak dari para lansia dan penyandang disabilitas ini hanya bisa mengandalkan uluran tangan. Beberapa di antaranya bahkan sepenuhnya bergantung pada uang patungan dari kerabat atau saudara yang jumlahnya tidak seberapa, sekadar cukup untuk membeli makan dan menyambung napas sehari-hari.


Kehadiran tim LMI Yogyakarta yang datang membawa paket sembako menjadi pelipur lara sekaligus penyambung asa bagi warga dhuafa di Notoprajan. Penyaluran sembako ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bentuk pesan moral bahwa mereka tidak ditinggalkan sendirian di tengah pesatnya pembangunan kota.


"Mereka adalah potret warga miskin kota yang sering kali tidak terlihat oleh mata kita yang mungkin terlalu sibuk. Melalui penyaluran bantuan di Notoprajan ini, LMI ingin hadir dan memastikan bahwa saudara-saudara kita, baik para penyandang disabilitas maupun lansia dhuafa, merasakan kehangatan dan kepedulian dari sesama," ungkap perwakilan LMI Yogyakarta di sela-sela penyaluran bantuan.


Aksi kepedulian di pertengahan Oktober ini menjadi pengingat bersama. Di sudut-sudut kota budaya yang kental dengan nilai gotong royong ini, nyatanya masih banyak tangan rapuh yang menunggu untuk digenggam. Melalui inisiatif ini, LMI Yogyakarta terus mengajak seluruh elemen masyarakat dan para dermawan untuk merapatkan barisan, merawat kepedulian, dan bersama-sama mengukir senyum di wajah mereka yang paling membutuhkan.



Berita Perwilayah

Jenis berita