Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Wisuda Tahfidz RTA LMI di Benowo: 12 Tahun Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

KANTOR PUSAT, 22 April 2026

Wisuda Tahfidz RTA LMI di Benowo: 12 Tahun Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Surabaya — Suasana haru menyelimuti Rumah Tahfidz Anak (RTA) LMI di Perumahan Griya Citra Asri, Benowo, Surabaya, pada 22 April 2026. Momen Wisuda Tahfidz menjadi penanda perjalanan panjang para santri dalam menghafal Al-Qur’an, sekaligus menjadi hari yang penuh makna bagi anak-anak dan para pengajar.


RTA LMI di Benowo ini telah berdiri selama 12 tahun dan terus menjadi ruang belajar bagi anak-anak yang ingin mendekatkan diri pada Al-Qur’an. Rumah tahfidz ini bermula dari pemanfaatan rumah wakaf yang diberikan oleh donatur LMI. Rumah wakaf tersebut lalu dikembangkan menjadi tempat pembinaan al-quran dengan jumlah santri aktif saat ini sekitar 25 hingga 30 anak.


Kegiatan harian di RTA Benowo berlangsung secara konsisten dan terarah. Para santri menjalani pembelajaran tahsin, menghafal Al-Qur’an, setoran hafalan, hingga murojaah. Proses tersebut dijalani secara rutin sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini.


Ustadzah Evi Rohmawati, pengajar RTA sekaligus mantan amil LMI, merasakan perjalanan panjang penuh makna selama mendampingi para santri. Kesempatan untuk menyebarkan dan mengajarkan ilmu kepada anak-anak menjadi bagian yang paling berkesan dalam perjalanannya. Harapan besar terus disematkan agar RTA semakin berkembang, memiliki lebih banyak cabang, dan LMI terus maju dalam menghadirkan manfaat.


Program RTA merupakan salah satu bentuk dakwah yang dijalankan oleh LMI. Upaya mengenalkan Al-Qur’an sejak dini menjadi tujuan utama program ini. Harapan ke depan diarahkan pada hadirnya lebih banyak RTA di berbagai wilayah cabang LMI agar semakin banyak anak yang mendapatkan akses pembelajaran Al-Qur’an.


Salah satu santri yang diwisuda, Almaira Muntazah Zaim, menunjukkan hasil dari proses panjang yang telah dijalankan. Ia bergabung sejak kelas 2 SD setelah melalui proses seleksi selama satu pekan. Kegiatan belajar yang dijalani empat kali dalam sepekan, dari Senin hingga Kamis, menjadi bagian dari rutinitasnya hingga akhirnya mampu menyelesaikan hafalan juz 29.


Motivasi Almaira berangkat dari keinginan sederhana, yaitu membanggakan orang tua. Rasa syukur juga ia sampaikan kepada para ustadzah dan LMI yang telah memberikan ruang untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Harapan ke depan tertuju pada cita-citanya untuk menuntaskan hafalan 30 juz.


Setiap proses yang dilalui para santri di RTA LMI menjadi bukti bahwa pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan dukungan lingkungan. Perjalanan selama 12 tahun ini menunjukkan bahwa langkah kecil yang dimulai dari sebuah rumah wakaf mampu tumbuh menjadi tempat lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Harapan terus hidup bersama langkah RTA LMI. Lebih banyak anak diharapkan dapat mengenal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini, seiring dengan upaya menghadirkan cabang-cabang baru di berbagai daerah.

Berita Perwilayah

Jenis berita