Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KOTA SURABAYA, 04 September 2026
Surabaya, 5 September 2026 — Suasana ramai nan hangat begitu terasa sejak kaki melangkah dari pintu depan sebuah rumah sederhana pada Jumat (04/09/2026). Tampak anak-anak bersemangat menyetorkan hafalan mereka, mengaji, membaca buku, hingga menceritakan buku yang telah mereka baca.
Kegiatan ini ada di dalam Ruang Pintar Jambangan, Surabaya. Ruang pembinaan yang digagas oleh Kurniati Laila pada 2018 ini merupakan tempat belajar bari 60 anak yatim dari jenjang TK sampai SMA. Untuk TK-SD, kegiatan pembinaan dilakukan setiap Jumat dengan total 15-20 anak, sedangkan SMP-SMP dilaksanakan setiap Sabtu.
Berawal dari Kepedulian, Tumbuh Menjadi Gerakan
Sebelum menjadi bagian dari Ruang Pintar LMI, Bu Laila telah lama peduli terhadap anak-anak yatim dan aktif mendukung pendidikan mereka. Ia juga merupakan donatur LMI yang memiliki perhatian kuat terhadap pembinaan anak-anak di lingkungannya.
Selain mengelola Ruang Pintar, Bu Laila aktif sebagai guru tahsin dan tahfidz di beberapa lembaga serta pegiat literasi. Hal ini menjadi salah satu kekhasan Ruang Pintar Jambangan, yang telah terdaftar sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM).
Dalam setiap pembinaan, anak-anak dibiasakan membaca buku sejak pertama kali datang. Kemudian, mengikuti setoran hafalan dan mengaji serta menceritakan kembali hasil bacaan mereka. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi sarana untuk melatih kemampuan membaca, memahami informasi, dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri. Selain itu, kebiasan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan literasi pada anak-anak binaan.
Kolaborasi yang Menguatkan Pembinaan
Beberapa tahun setelah berdiri, LMI berkolaborasi dengan Rumah Pintar Bu Laila dan menjadikannya bagian dari Ruang Pintar LMI. Melalui kolaborasi tersebut, LMI memberikan bantuan pendidikan bulanan bagi anak-anak yatim hingga 2025.
Bu Laila menyampaikan bahwa dukungan tersebut cukup membantu karena anak-anak menjadi semakin termotivasi untuk mengikuti pembinaan. Seiring berjalannya waktu, ia juga mampu menggalang donasi secara mandiri untuk mendukung keberlanjutan kegiatan.
Kepedulian Bu Laila tidak berhenti pada pembinaan anak-anak. Ia turut memberdayakan ibu-ibu atau orang tua anak yatim melalui pembentukan kelompok usaha bersama di bidang katering. Selain itu, ia juga mengembangkan cabang Rumah Pintar di kawasan Karang Rejo, Surabaya, yang berjarak sekitar 3–4 kilometer dari Jambangan.
Menjadi Ruang Tumbuh bagi Anak dan Masyarakat
Kegiatan di Ruang Pintar Jambangan menunjukkan bahwa pembinaan anak yatim dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas ketika didukung oleh penggerak lokal yang memiliki komitmen, kapasitas, dan jejaring sosial.
Melalui perpaduan pembinaan spiritual, literasi, dan pemberdayaan masyarakat, Ruang Pintar Jambangan terus menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak yatim sekaligus wadah kepedulian yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat.
Kisah Bu Laila menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pembinaan tidak hanya dibangun melalui bantuan, tetapi juga melalui keteladanan, kolaborasi, dan kemampuan menggerakkan masyarakat untuk ikut mengambil peran.
KABUPATEN BANGKALAN, 14 September 2026
Bangkalan, 14 September 2026 — Bagi sebuah keluarg...
KABUPATEN TRENGGALEK, 14 September 2026
Trenggalek, 14 September 2026 — Banyaknya bencana...
KABUPATEN PONOROGO, 12 September 2026
Ponorogo, 12 September 2026 — Membumikan Al-Qur’an...
KOTA BANJAR BARU, 13 September 2026
Kalbar, 13 September 2026 — Respons kemanusiaan ma...