Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Perjuangan Pasutri Tunanetra di Blitar Bertahan Hidup, Usaha Pijat Jadi Harapan Keluarga

KOTA BLITAR, 30 April 2026

Perjuangan Pasutri Tunanetra di Blitar Bertahan Hidup, Usaha Pijat Jadi Harapan Keluarga

Blitar (30/04)– Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Pradita Sigit Wicaksono (37) dan istrinya, Linda Riani (34), untuk bertahan hidup demi keluarga kecil mereka. Pasangan tunanetra asal Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini terus berjuang mencari nafkah melalui usaha pijat kebugaran meski hidup dalam keterbatasan ekonomi.


Pradita kehilangan penglihatannya sejak mengalami kecelakaan pada 2010. Kondisi serupa dialami Linda yang mengalami kebutaan akibat penyakit glaukoma sejak 2012. Kehidupan rumah tangga mereka yang telah berjalan enam tahun kini semakin lengkap dengan kehadiran seorang anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.


Rumah sederhana yang mereka tinggali menjadi tempat bertahan sekaligus menyimpan harapan bagi keluarga kecil tersebut. Tekad untuk terus mencari nafkah membuat Pradita mengasah keterampilannya melalui kursus pijat khusus tunanetra hingga akhirnya membuka praktik pijat kebugaran di rumah. Upaya itu dilakukan agar kebutuhan keluarga tetap dapat terpenuhi di tengah keterbatasan yang ada.


Perjalanan usaha pijat tunanetra yang dijalankan Pradita tidak selalu berjalan mudah. Dalam sehari, pasien yang datang terkadang hanya dua hingga tiga orang, bahkan tidak jarang tidak ada pasien sama sekali karena tarif layanan diberikan secara sukarela. Penghasilan bulanan yang berkisar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Keterbatasan sarana usaha dan minimnya jangkauan pasar menjadi tantangan lain yang dihadapi. Kondisi tersebut mendorong hadirnya kepedulian dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI) kantor cabang Blitar yang menyalurkan bantuan modal usaha kepada Pradita pada Selasa, 28 April 2026. Bantuan itu diberikan untuk mendukung pengembangan usaha pijat tunanetra, termasuk penyediaan sarana dan prasarana usaha.


“Barakallah.... terima kasih LMI dan para donatur atas bantuan modal usaha yang diberikan kepada saya. Ini benar-benar sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha pijat yang saya jalankan selama ini,” tutur bahagia Pradita usai menerima bantuan.


Pasca penyaluran bantuan, LMI Blitar bersama Komunitas Peduli Tunanetra turut melakukan pembinaan dan pendampingan usaha kepada Pradita. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan penyandang tunanetra sekaligus memperluas peluang usaha yang mereka jalankan. Harapan baru pun tumbuh agar keterbatasan tidak lagi menjadi penghalang untuk hidup lebih mandiri.


Seiring mendekatnya Hari Raya Iduladha, kamu dapat menunaikan kurban online bersama LMI melalui platform infak.in dan www.qurbanholic.lmizakat.id. Kurbanmu akan disalurkan hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Berita Perwilayah

Jenis berita