Berita penyaluran
Kepedulianmu kebahagian mereka
KOTA BANJARMASIN, 30 Agustus 2026
Kalbar, 30 Agustus 2026 — Musim kemarau selalu membawa persoalan menahun, khususnya dalam hal kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kalimantan, masalah ini hampir hadir setiap tahun. Kali ini, karhutla menyasar wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan data Si Pongi Kementerian Kehutanan, sampai Ahad (30/08/2026), tercatat 455 titik api di Kalimantan Barat. Selain kelestarian lingkungan, kebakaran ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Bahkan, karena karhutla, indeks pencemaran udara di Kota Pontianak mencapai angka di atas 400.
Melihat kondisi tersebut, LMI segera melakukan respons kemanusiaan untuk membantu dan mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Respons LMI dilakukan melalui beberapa bentuk bantuan, yaitu pengerahan tenaga relawan untuk membantu proses pemadaman di lapangan, pemenuhan kebutuhan logistik berupa BBM, air minum, makanan, masker, vitamin, serta pembagian masker kepada masyarakat yang terdampak asap.
Dalam prosesnya, tentu LMI tidak sendirian. LMI melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI, relawan, serta masyarakat setempat yang turut turun langsung membantu memadamkan api. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran sekaligus memastikan kebutuhan para petugas dan relawan selama berada di lapangan dapat terpenuhi.
Respons LMI dilaksanakan di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, khususnya Kecamatan Rasau Jaya. LMI mulai merespons dampak karhutla dengan melakukan pembagian masker kepada masyarakat pada 13 Agustus 2026, kemudian melanjutkan respons dengan mengerahkan relawan untuk membantu pemadaman lahan terbakar pada 28 Agustus 2026.
Mekanisme respons dimulai ketika LMI memperoleh informasi kejadian karhutla dari mitra di lapangan. Setelah menerima informasi, LMI melakukan koordinasi dan membagi tim menjadi dua bagian, yaitu tim logistik dan tim lapangan. Tim logistik bertugas memenuhi kebutuhan operasional dan konsumsi, seperti BBM, air minum, makanan, masker, vitamin, dan kebutuhan pendukung lainnya. Sementara itu, tim lapangan turun langsung membantu proses pemadaman bersama petugas Damkar, TNI, dan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, kendala terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, baik tenaga maupun dukungan operasional. Selain itu, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi dengan lebih banyak mitra agar respons dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan menjangkau wilayah terdampak yang lebih luas.
Melalui LMI Peduli Karhutla, LMI berupaya hadir bersama masyarakat dan para petugas di lapangan untuk membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Dukungan berupa tenaga, logistik, dan perlindungan bagi masyarakat diharapkan dapat membantu proses penanganan karhutla sekaligus meringankan beban pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman.
KABUPATEN BANGKALAN, 14 September 2026
Bangkalan, 14 September 2026 — Bagi sebuah keluarg...
KABUPATEN TRENGGALEK, 14 September 2026
Trenggalek, 14 September 2026 — Banyaknya bencana...
KABUPATEN PONOROGO, 12 September 2026
Ponorogo, 12 September 2026 — Membumikan Al-Qur’an...
KOTA BANJAR BARU, 13 September 2026
Kalbar, 13 September 2026 — Respons kemanusiaan ma...