Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

LMI dan Kitabisa Salurkan Bantuan Berkelanjutan untuk Balita Hidrosefalus di Bondowoso

KABUPATEN BONDOWOSO, 30 Juli 2026

LMI dan Kitabisa Salurkan Bantuan Berkelanjutan untuk Balita Hidrosefalus di Bondowoso

Bondowoso, 30 Juli 2026 — Tidak ada seorang ibu yang ingin melihat anaknya menderita. Sebagaimana pula seorang ibu hebat asal Bondowoso ini memperjuangkan kesehatan anaknya, Ibu Lailin namanya. Menjadi seorang ibu di tengah kondisi ekonomi keluarga serba kekurangan bukanlah hal mudah baginya. Ditambah lagi, putri sulung yang sangat ia cintai, Qonita Nadliroh, harus menderita penyakit yang tidak biasa bagi anak seusianya, hidrosefalus.


Penyakit ini tidak datang tiba-tiba. Penyakit ini datang bertahap pasca kelahiran Qonita hingga harus menjalani beberapa operasi. Tentu, operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Baik biaya kesehatan hingga biaya kebutuhan keluarga menjadi hal-hal yang harus dipenuhi oleh Ibu Lailin sekeluarga. Namun, meskipun biaya yang dikeluarkan banyak, Ibu Lailin dan keluarga tidak memilih menyerah. Ikhtiar dan tawakal terus dilakukan dengan satu harapan agar Qonita bisa sehat dan bahagia sebagaimana anak seusianya.


Berkat ikhtiar yang tak kenal batas, Allah mengirimkan jalan melalui Lembaga Manajemen Infaq (LMI) yang berkolaborasi dengan platform kebaikan Kitabisa. Hasil kolaborasi tersebut pun menghasilkan manfaat yang begitu nyata. Pada tahap pertama, bantuan diserahkan sebagai bentuk bantuan pengobatan pasca-rawat inap berupa susu, popok, serta bantuan uang makan selama Qonita menjalani perawatan. Bantuan operasional ini berasil diberikan pada Kamis silam (16/07/2026) kepada Ibu Lailin di rumah mereka di Dusun Padangan, Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso.


"Kami sebenarnya minta agar Qonita dirawat di puskesmas saja karena tidak punya biaya operasional ke rumah sakit. Namun, pihak puskesmas tetap menyarankan ke rumah sakit karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada bayi kami," tutur Lailin menahan haru saat mengingat momen krusial tersebut.


Tak berhenti pada bantuan darurat rawat inap, LMI memastikan keberlanjutan perawatan medis Qonita. Pasalnya, Qonita diwajibkan menjalani kontrol rutin serta terapi berkala setiap hari Selasa dan Kamis di rumah sakit. Untuk mengatasi hambatan transportasi dan operasional, LMI merancang skema bantuan operasional langsung berbasis sistem klaim.


Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Program Officer LMI Kantor Layanan Situbondo, Yunike Andriyana, saat berkunjung usai Qonita diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


"Ibu tenang saja. Kami akan bantu operasional ke rumah sakit dengan sistem klaim. Cukup menunjukkan foto saat kontrol atau terapi di rumah sakit dan mengirimkan struk pembelian BBM, dana akan kami ganti hari itu juga," ujar Yunike Andriyana menenangkan keluarga penerima manfaat.


Skema cepat ini langsung direalisasikan pada agenda kontrol pasca-opname Rabu (22/7/2026) dan sesi terapi berkala pada Kamis (30/7/2026). Senyum dan kelegaan kini terpancar dari wajah Lailin dan keluarga, yang tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian para donatur.


Apresiasi juga mengalir dari pemerintah desa setempat. Salah satu perangkat Desa Ramban Kulon menyampaikan ucapan terima kasih secara pribadi kepada Program Officer LMI atas tanggap cepat dan kepedulian nyata yang diberikan kepada warganya yang sedang membutuhkan uluran tangan.



Berita Perwilayah

Jenis berita