Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Belajar Bersama Masyarakat: Aksi LMI Ajak Awardee Beasiswa Belajar Bermasyarakat

KABUPATEN SITUBONDO, 13 September 2026

Belajar Bersama Masyarakat: Aksi LMI Ajak Awardee Beasiswa Belajar Bermasyarakat



Situbondo, 13 September 2026 — Ada pemandangan yang berbeda dari rutinitas pembinaan beasiswa LMI pekan ini. Jika biasanya kegiatan mentoring dan pembinaan rutin dilangsungkan di halaman kantor LMI, pada Ahad (13/10/2026), suasana kebersamaan tersebut diboyong keluar kelas menuju hamparan angin sepoi-sepoi di Pantai Pasir Putih Situbondo.


Kegiatan yang diikuti oleh 7 orang penerima beasiswa LMI ini sengaja dirancang untuk mencari suasana baru (refreshing) agar para penerima beasiswa tidak jenuh, sekaligus melatih keterampilan hidup (life skills) bersama masyarakat.


Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari. Berangkat dengan berkumpul di Halte GOR Situbondo lalu melanjutkan perjalanan seru menggunakan angkutan umum (angkot), setibanya di pantai, rombongan langsung menggelar tikar di pinggir pantai.


Acara dibuka dengan khidmat melantunkan tilawah Al-Qur'an bersama-sama. Suasana semakin semarak ketika memasuki sesi presentasi kreatif. Salah satu penerima beasiswa, Azzahro Suci Aprilia unjuk gigih mempraktikkan gaya belajar kinestetiknya dengan membuat Es Pudot (Puding Sedot).


Azzahro menjelaskan dengan telaten langkah demi langkah (step by step) pembuatan es pudot, lengkap dengan membawa hasil buatan tangannya sendiri untuk dicicipi langsung oleh para pendamping dan teman-temannya yang lain. Belajar langsung dari praktik nyata membuat sesi ini terasa sangat hidup dan interaktif.


Menjelang siang, perut yang mulai keroncongan disambut dengan momen yang paling ditunggu-tunggu. makan siang bersama. Istimewanya, menu makanan yang dinikmati bukanlah makanan siap saji, melainkan hasil masakan anak-anak sendiri.


Di atas tikar sederhana, tersaji menu rumahan yang menggugah selera berupa sayur sop, ayam goreng, tahu-tempe goreng, telur dadar hangat, dan sambal. Makan bersama di pinggir pantai dengan menu masakan sendiri menciptakan kehangatan kekeluargaan yang begitu kental.


Selepas makan siang, acara dilanjutkan dengan waktu bebas. Para penerima beasiswa tampak menikmati kebersamaan dengan berbagai cara: ada yang memilih bermain air dan mandi di pantai dan ada pula yang tetap disiplin memanfaatkan waktu luang untuk sibuk mengerjakan soal latihan demi persiapan lomba.


Menjelang pukul dua siang, usai menunaikan sholat dzuhur, rombongan bersiap untuk pulang. Namun, perjalanan kepulangan kali ini menyisakan cerita unik berupa "Drama Angkot".


Mulai dari sedikit adu argumen (engkel-engkelan) dengan sopir angkot yang memaksa mereka naik padahal kondisi angkot sudah penuh sesak, hingga pengalaman tak terduga diteriaki oleh sopir angkot lain karena tetap menolak naik dengan alasan yang sama. Di balik ketidaknyamanan tersebut, momen ini justru berubah menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi anak-anak tentang arti kesabaran, ketegasan, dan mengelola emosi di ruang publik.


Melalui kegiatan pembinaan luar ruangan ini, LMI membuktikan bahwa proses pendampingan penerima beasiswa tidak hanya sebatas urusan akademik di dalam kelas, melainkan juga membentuk mental yang tangguh, mandiri, dan penuh keceriaan.



Berita Perwilayah

Jenis berita