Infak mudah melalui infak.in

Berita penyaluran

Kepedulianmu kebahagian mereka

Bantuan Sepeda untuk Dheya Renata agar Tidak Perlu Berjalan 3 Kilometer Tiap Hari ke Sekolah

KABUPATEN PASURUAN, 22 September 2026

Bantuan Sepeda untuk Dheya Renata agar Tidak Perlu Berjalan 3 Kilometer Tiap Hari ke Sekolah



Pasuruan, 22 September 2026 — Bagi sebagian anak, sepeda mungkin hanya sebuah alat untuk bermain. Namun bagi Dheya Renata (8), sebuah sepeda menjadi kendaraan berharga yang membantunya bersekolah dan mengaji tanpa harus berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer setiap hari.


Dheya merupakan anak yatim piatu yang kini tinggal dan diasuh oleh neneknya, Misriati, di Dusun Kebonsari RT 02/RW 02, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. 


Di tengah keterbatasan ekonomi, sang nenek bekerja memelihara sapi milik orang lain. Penghasilannya pun tidak menentu karena upah dari memelihara sapi baru diterima ketika sapi tersebut beranak dan waktunya pun cukup lama. Oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Bu Misriati juga berusaha menjual apa saja yang dapat dimanfaatkan di sekitarnya, termasuk menjual hasil bumi sebelum masa panen. 


Di tengah kondisi tersebut, Dheya tetap bersemangat menuntut ilmu meskipun harus menempuh jarak 3 kilometer menuju sekolahnya di SDN 2 Jimbaran. Perjalanan panjang adalah rutinitas anak kelas 2 SD ini. Meskipun demikian, ia tidak pernah menyerah.


Melihat kondisi tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Desa Jimbaran berinisiatif untuk menyampaikan kondisinya kepada Laznas LMI agar bisa mendapatkan bantuan fasilitas pendidikan.


Tentu LMI menyambut dengan baik kabar tersebut dan segera melakukan kunjungan hingga verifikasi. Setelah dilakukan survei dan dinilai layak mendapatkan bantuan, LMI berupaya menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan Dheya, salah satunya berupa sepeda.


Alhamdulillah, berkat kepercayaan para donatur kepada LAZNAS LMI, impian sederhana Dheya akhirnya terwujud. Pada Selasa (22/09/2026), sebuah sepeda mini diserahkan kepada Dheya dengan didampingi oleh sang nenek.


Senyum bahagia terlihat jelas di wajah Dheya. Begitu pula dengan Bu Misriati yang merasa sangat terbantu. Dengan adanya sepeda tersebut, perjalanan Dheya menuju sekolah menjadi lebih mudah dan sang nenek tidak perlu terlalu repot mengantar maupun menjemputnya.


“Sepeda ini selain untuk sekolah juga untuk mengaji, supaya Dheya tidak perlu berjalan kaki. Dengan sepeda ini, Dheya juga bisa lebih cepat pulang,” ungkap Bu Misriati.


Bagi Dheya, sepeda tersebut bukan sekadar hadiah. Sepeda itu menjadi sarana untuk memudahkan aktivitasnya di tengah kondisi yang sedang ia jalani. Saat ini, Dheya juga membutuhkan perawatan secara cermat karena mengalami sakit dan harus menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Pasuruan. 


Karenanya, bantuan yang diberikan LAZNAS LMI tidak berhenti pada sepeda. Dheya juga mendapatkan bantuan sembako, susu, serta biaya pengobatan untuk membantu meringankan kebutuhan dirinya dan sang nenek.


Kisah Dheya menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan seorang anak. Sebuah sepeda mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Dheya, sepeda itu berarti perjalanan yang lebih ringan menuju sekolah, tempat mengaji, dan masa depan yang lebih baik.


“Terima kasih kepada para donatur yang masih peduli dengan kondisi Dheya saat ini. Semoga para donatur diberikan kelancaran rezeki dan terus bisa berdonasi untuk membantu para dhuafa yang membutuhkan melalui LMI,” tutur Bu Misriati.



Berita Perwilayah

Jenis berita